JUDUL: ANOTHER STORY OF TOM & JERRY
RATING: ALL AGES
GENRE: ROMANCE, FAMILY
NB: JUST FOR FUN!
***
Berawal dari seekor kucing yang bernama Tom menemukan sosok
spesies yang tidak ia ketahui jenisnya. Lalu, Tom mengadopsi spesies –yang
tidak ia ketahui- tersebut menjadi anaknya, dan si kucing Tom pun memberinya
nama “Thom”.
Seiring berjalannya waktu, Thom bertumbuh besar begitu pula
Tom yang semakin hari semakin tua. Anggap saja, pertumbuhan kucing 5 kali lebih
cepat dari spesies lainnya (-_-v). Maka dari itu, dengan cepat pula
diketahuinya spesies Thom yang sudah beberapa tahun –sejak bertemu- tidak dikenali
oleh Tom, yaitu a human alias manusia.
Hari pun terus berganti, si kucing Tom semakin tua dan
kurus. Hingga akhirnya, hari yang selalu dinanti seluruh dunia pun tiba. TOM SI
KUCING BIRU MATI, TOM THE BLUE CAT DIED. Untuk Tom yang di jauh sana, mungkin
kau sedang melihat kami di sini, jadi maafin aku ya:’).
Sedangkan saat itu, Thom masih berusia 3 tahun dan tidak
mengerti apapun. Thom saja tidak tau siapa yang memberi makan, darimana
makanannya, bagaimana bisa ia tau bahwa orang yang selama ini telah ‘berjasa’,
telah menghabiskan seluruh keringat dan umur, bahkan kumisnya sudah
meninggalkan dirinya untuk selamanya. Sabar ya, Thommy {} *panggilan
kesayangan*.
Sampai pada suatu hari, suatu jam, suatu menit, suatu detik,
dan suatu saat, sepasang suami istri yang sudah 5 tahun berbuat tetapi belum
juga menghasilkan, menemukan seorang Thom yang sedang menangis kelaparan karena
tidak makan apapun selama dua hari.
Tidak ingin basa-basi, sepasang suami istri yang sudah
sangat lama sekali mengidamkan buah hati pun langsung mengangkat Thom menjadi
anak mereka. Entah suatu kebetulan atau memang takdir, mereka pun memberi nama
anak itu Thomas dengan nama belakang Müller sebagai marga atau keluarga.
Thomas Müller pun bertambah dewasa, dan menjadi seorang pemain
bola yang hebat. Namun sebelum itu, dua setengah tahun setelah keluarga Müller
mengangkatnya menjadi anak mereka, sepasang suami-istri tersebut pun langsung
mendapatkan buah hati baru yang tentunya dari hasil kerja keras mereka, mereka
menamainya Simon Müller yang berprofesi sebagai pemain bola juga.
Di saat yang bersamaan ketika Tom menemukan Thom, si tikus mungil
Jerry juga menemukan sosok spesies yang ia tidak ketahui jenisnya juga. Karena
iba melihat spesies itu merengek, Jerry pun mengadopsinya sebagai anak meski
tubuh dirinya sendiri jauh lebih kecil dibandingkan dengan anak angkatnya itu.
Waktu pun terus berjalan, tanpa memandang bulu, bulu hidung, mata,
atau bahkan bulu ketiak sekali pun, spesies yang Jerry beri nama “Li” itu
tumbuh menjadi seorang anak perempuan yang cantik jelita. Namun, suatu hari,
ketika Jerry ingin mengelus dahi anaknya tersebut, ia malah terpukul oleh
tangan Li yang sedang menepuk-nepuk dahinya entah karena apa. Akhirnya,
saat-saat yang ditunggu dunia khususnya Tom pun datang ... *jengjeng* ... JERRY
SI TIKUS BERWARNA COKLAT SUDAH MATI, JERRY THE BROWN MOUSE DIED.
Li yang saat itu masih berumur 3 tahun tentu tidak mengerti apapun
tentang kematian Jerry tersebut. Tuhan pun menjawab perpisahan itu dengan
pertemuan di 2 hari selanjutnya. Pasangan suami istri Trede menemukan Li di
sebelah tempat sampah *menyedihkan* sedang menunduk. Entah karena apa, sepasang
suami istri itu langsung mengangkat Li menjadi anaknya dan diberi nama Lisa.
Dan Lisa tumbuh menjadi seorang model yang anggun nan jelita.
Pada suatu hari, seakan memang sudah ditakdirkan bersama, di
sebelah utara kota Munich, tepatnya di Allianz Arena Stadium, sekejap Thomas
melihat seorang wanita yang cantik jelita bak permaisuri. Karenanya, hasratnya
pun langsung memuncak, ia langsung berhenti bermain bola meski waktu tetap
berjalan atau gawang timnya sudah dibobol oleh lawan.
“Hai kamu wanita di seberang sana!” teriaknya sambil menunjuk
wanita yang ia maksud.
Tentu banyak wanita yang merasa dan berharap ditunjuk oleh seorang
Thomas Müller, tetapi hanya satu yang berani mengutarakannya.
“Aku?” ujar wanita itu sambil tersipu
Isi seluruh stadion pun langsung menyoraki wanita tersebut karena
terlalu percaya diri. Namun mendadak sunyi ketika Thomas memotong sorakan
tersebut.
“Tentu! Siapa namamu?” tegas Thomas.
DEG. Jantung wanita itu pun berguncang dahsyat, hatinya langsung
terbakar api cinta yang membara. Bayangkan! Seorang Thomas Müller menanyakan
namamu.... KYAAAA >< *abaikan*.
Tanpa menunggu bunga-bunga di hatinya layu, sang wanita pun
menjawab,
“Namaku......”
Masih terdiam. Masih sunyi. Masih menunggu. Seakan-akan
terhipnotis oleh wanita tersebut. Sedanhkan wanita itu –yang ditunggu- malah
ikut terdiam.
‘GAWAT! Aku lupa siapa namaku! Bagaimana ini.......’ batinya mulai
sesak
“Namaku.......” lirihnya